Dari meja TA
Halo apa kabar?
Keinginan untuk menulis buat rekan-rekan sesama pendengar stasiun radio khususnya di jalur sw rasanya kuat sekali. Akhirnya diawali dengan bongkar-bongkar arsip, ketemu print out m54 edisi pertama sampai dengan nomor 12/V. Eh, lumayan lama juga medium kontak saya dengan rekan-rekan dulu; m54 nomor perdana 1/I bertarikh 30 Juli 2000 dan nomor buntut bertarikh 16 Nopember 2005.
Ya, itu masa lalu! What now? Jaman sudah banyak berubah, khususnya teknologi komunikasi makin canggih saja sehingga jarak antar tempat sedikit demi sedikit semakin menghilang. Maka adalah menjadi semacam tantangan untuk juga mengikuti kecepatan dan transparansi itu. Kalau mau dibaca rekan-rekan ya harus instant seperti hidangan cepat saji itu lo! Menunya? Ya biasalah, urusan monitoring stasiun radio. Nama? Nama Monitor 54 sepertinya masih belum ketinggalan jaman kok, jadi tetap saja Monitor 54 dengan inisial m54 (emnya kecil saja, lebih enak low profile kan?). Alamat? Masih tetap, baik melalui jalur lambat (BDN C3/3, Depok 16434) maupun jalur cepat (monitor_54id@yahoo.com) terus ketambahan jalur super cepat +62 818 06 967 961. Silakan, kontak rekan-rekan saya tunggu di mana saja sesuai dengan selera dan kesempatan Anda karena kalau saya yang terus-terusan ngomong kan lama-lama cape; terima kasih sebelumnya.
Terus kalau bicara isinya, masih tetap seperti dulu – boleh di download atau dikopi atau diforward atau sekadar diomongin ke rekan lain yang berminat. Anda mau baca isinya saja saya sudah seneng setengah mati kok! Cuma jangan lupa sebut sumbernya seperti juga yang selalu saya usahakan kalau ambil data dari media dx lain. Kalau Anda lupa sebut sumbernya kan belum tentu rekan Anda percaya? Belum lagi kalau dilihat dari kacamata etika, begituuu.. OK? Tapi kalau ada data m54 yang keliru, saya mohon dengan sangat agar segera hubungi saya untuk koreksi; terima kasih sekali lagi, friends!
Baik, mari kita mulai dengaaan…..apa ya? Oh ya, sebentar lagi kan musim pergantian jadwal siaran stasiun-stasiun radio (enaknya untuk selanjutnya disingkat ssr saja, ya biar gampang ngetiknya), tepatnya mulai 25 Maret 2007. Jadi saya berikan jadwal baru ssr (untuk periode ini biasanya disebut jadwal A07) siaran bahasa Indonesia yang kebetulan saya dapat baik dari hasil nguping siaran maupun hasil unduhan dari situs- situs ssr.
Supaya gampang juga harap diingat beberapa pedoman pokok: waktu adalah waktu UTC, frekwensi adalah kHz.
CVC 0400-1000 6090
1000-1300 9670
DW *) 1200-1300 603 11770 15105
2200-2300 603 6000 7430
R Nederland 1100-1300 9795 15640 17580
2200-2400 6120 7380 9590 9990
VOIRI/IRIB **) 1230-1330 15200 15275
2230-2330 5945 7255
*) email dari ibu A Schulz / DW Customer Service dan berlaku sampai 30 April 2007 saja. Hal ini sehubungan dengan berakhirnya pemakaian transmiter DW di Nauen, Jerman. Selanjutnya DW akan memanfaatkan fasilitas VT Communications di Ascension Island, Dhabayya, Rampisham, Skelton dan Woofferton atau punya DW sendiri di Sines dan Kigali (Bueschel / DSWCI – DX Window #319).
**) website
Acara
Kotakpos R Nederland – Rabu 1220-1255 Sabtu 1120-1150 2320-2350
Jangan dilewatkan.
Untung nggak lagi nyuci baju, eh hari Kamis 15 Maret 2007 sekitar jam 1015 bunyi ringtone hp hubungan masuk… dari siapa, ya? Nomor nggak dikenal! Oh rupanya dari R Nederland, suara bung Eka Tanjung didampingi mbak Nina Nanlohy yang sekali dua ikut nimbrung dalam tanya jawab berikutnya. Ini pasti gara-gara sms saya ke +31645003133 yang maksudnya himbauan agar bila ada rencana perubahan jadwal frekwensi supaya bisa disiarkan sesering mungkin. Secepat selesai kirim sms waktu itupun saya sudah dapat balasan (template) yang isinya ucapan terima kasih disertai jadwal acara Kotakpos seperti saya kutip di atas dan situs www.ranesi.nl. Jadi kapan Anda kirim sms ke nomor punya RN itu, jawaban yang datang ya pasti begitu sampai isinya diganti tentunya.
Kenapa saya begitu bawel minta siaran itu? Jangankan perubahan jadwal, biasanya jadwal frekwensi yang rutin saja entah penyiarnya yang nggak ada waktu atau menganggap frekwensi atau gelombang siaran adalah hal yang tidak perlu diketahui pendengar. Kalau nggak tahu frekwensinya lalu bagaimana bisa menangkap siaran sr dengan tepat, mas? Untunglah tidak semua sr perilakunya begitu. Yang lebih parah lagi menyiarkan data frekwensi yang nggak sama dengan data sebenarnya, misalnya 9670 disiarkan 9650 (mungkin saja 9650 adalah frekwensi yang dipakai pada periode sebelumnya, tapi data yang ada di meja penyiar nggak di-update, langsung tancap siar saja!). Kalau receivernya digital ya langsung ketahuan bohongnya, la kalau analog terus kita bikin rr (reception report) atau lps (laporan penerimaan siaran}, ya pasti direject, alias sia-sia buang waktu dan ongkos! Kasihan amat pendengar “setia” yang jadinya kelimpungan nggak tahu di mana letak kekeliruannya! Apa nggak bisa diperbaiki tuh hubungan bagian siaran dengan bagian teknik sr?
Melalui forum ini perkenankan saya menghimbau kepada ssr agar lebih memperhatikan hal pemberitahuan frekwensi atau gelombang siaran-siarannya, lebih-lebih menjelang perubahan. Kendalanya ada di masalah teknis siaran? Masa iya di jaman internet begini masih ada kendala macam itu? Sudah buanyak surat pendengar yang isinya hanya minta pedoman acara atau jadwal siaran. Mungkin ssr tinggal order cetak berapa ribu lembar, tapi ongkos kirimnya? Indonesia itu luas loh,lihat saja peta dunia, kan kira-kira sebanding dengan luas gabungan negara Uni Eropa, sebanding juga dengan luas AS ataupun RRC. Kalau seluruh penduduk Indonesia minta dikirimi jadwal acara & frekwensi, bisa habis di ongkos kirim saja, mas. Masih mending kalau cepat sampai ke alamat yang dituju, padahal kalau ke luar Jawa mesti nyebrang dulu entah pakai kapal terbang atau kapal laut. Si pendengar yang minta pedoman & jadwal acara keburu pindah tempat! Belum lagi rekan-rekan kita yang bekerja di Timur Tengah, Timur Jauh, Eropa bahkan di AS. Kalau data frekwensi/gelombang sudah lengkap dan benar disiarkan, beres semua kan, nggak usah cetak brosur nggak usah tempel prangko dll, selanjutnya kalau duit sr utuh ya nggak perlu sampai tutup siaran bahasa ini atau bahasa itu; payah lagi kalau sampai ngurangi pegawai! Bukan cuma pegawainya yang berkurang, pendengarnyapun bisa-bisa kabur pindah sr lain yang lebih akrab dengan pendengar. Enak apa cuap-cuap di depan mike tapi nggak ada yang dengerin? (TA)
Q S L
Di bawah ini adalah lps email saya tahun lalu untuk Radio Waaberi, salah satu siaran clandestine dengan target Somalia, yang menurut WRTH dipancarkan melalui transmitter di Juelich, Jerman, sementara alamat sr ada di 5529 Walnut Blossom Dr., apt # 5, San Jose, CA 95123, USA. QSLnyapun email.
March 22, 2007 at 3:10 pm |
Selamat datang!. Wow Kereeen pakTon.. Bahkan wordpress bisa di akses via hp!.. Akhirnya ada teman dx yg hadir di komunitas ini. m54 simple dan lugas langsung ke jantung ssr, hati-hati pak di blacklist.. he he he
, jadi ingat jaman itu…
Best dx & 73’s